'Apakah ibu mengenali wajah saya? Tolong hubungi saya': Perjuangan mencari ibu kandung di Korea Selatan

Telah diterbitkan

Kara Bos diadopsi sejak usia dua tahun dan diboyong ke Amerika Serikat. Setelah lama mencari, dia berhasil menemukan ayah kandungnya di Korea Selatan lewat situs pencocokan DNA.

"Itu adalah pertama kalinya saya menemukan keluarga sedarah seumur hidup saya," ujar Kara.

Namun, kabar bahagia itu berubah nestapa. Saat dia ingin menemui ayahnya di Korsek, kakak-kakak tirinya menghalangi dirinya sehingga dia tidak mengetahui keberadaan ibu kandungnya.

Kara, yang pada dokumen adopsi tertera bernama asli Kang Mee-sook, kemudian mengajukan kasusnya ke pengadilan agar bisa diakui anak kandung ayahnya yang kini berusia 85 tahun, dengan harapan bisa mendapatkan informasi tentang ibu kandungnya.

Kara memenangkan kasus yang baru pertama kali disidangkan di Korea Selatan itu.

Simak juga:

Kendati demikian, pengadilan tidak bisa memaksa ayah kandung Kara untuk bertemu dengannya ataupun memberi informasi tentang keberadaan ibu kandungnya.

"Sebagai anak adopsi, jika Anda memutuskan membuka kotak pandora itu, Anda tidak akan pernah tahu apa yang akan Anda dapatkan," tutur Kara.

"Fakta bahwa mereka tidak bisa melihat inti permasalahan bahwa ini adalah tentang seorang perempuan yang ingin mencari ibu kandungnya, membuat saya kesal," papar Kara.

Di pengadilan, ia membuka masker dan mengatakan, "Apakah ibu mengenali wajah saya?".

Kara mengatakan tak akan berhenti mencari ibu kandungnya.

Kara Bos adalah satu dari lebih dari 160.000 bayi asal Korea yang diadopsi dan dibawa ke luar negeri selama puluhan tahun setelah Perang Korea pada awal 1950an.

Keputusan pengadilan yang memenangkan kasusnya memberikan harapan bagi ribuan anak hasil adopsi asal Korea yang ingin mengetahui identitas orang tua kandung mereka.