Sebulan lebih pascagempa NTT: Pengungsi bertahan di tengah keterbatasan
Sebulan lebih pascagempa NTT: Pengungsi bertahan di tengah keterbatasan
Telah diterbitkan
Lebih dari 20.000 orang di Nusa Tenggara Timur (NTT) masih tinggal di pengungsian, sebulan setelah gempa magnitudo 7,7 mengguncang Pulau Flores.
Kebanyakan dari mereka masih hidup dalam keterbatasan.
Hafni Roja, warga Kampung Waso, Manggarai Timur, mengatakan cuaca yang kadang-kadang panas dan kadang-kadang dingin membuat mereka lebih mudah sakit.
Warga lainnya, Muhammad Asgar, juga mengeluhkan jumlah fasilitas MCK yang tidak sebanding dengan jumlah pengungsi.
Kampung Waso adalah salah satu lokasi terdekat dengan pusat gempa. Ratusan rumah warga rusak.




